Senin, 02 Februari 2009

Kemiskinan di negeri kita

Selama tiga hari dua malam saya mencoba untuk tinggal di daerah Tanah Abang,disana saya mencoba untuk melihat langsung kehidupan masyarakat Tanah Abang.Sederet rumah sederhana yang semuanya hampir sama bahkan ada yang sudah tidak layak untuk di tempati manusia.Darisana saya melihat bahwa ekonomi yang rendah atau kemiskinan benar-benar terjadi di Tanah Abang.Kemiskinan di daerah itu benar-benar sangat mengkhawartikan .Kebanyakan pekerjaan masyarakat disana kalau laki-laki adalah sebagai pedagang dan kalau perempuan adalah pekerja seks komesial.sungguh sangat mengangetkan bahwa disana da satu perkampungan yang isinya Pekerja seks komersial semua.Ternyata kemiskinan dapat mempengaruhi banyak hal,pendidikan menjadi salah satu faktor yang sangat dipengaruhi.Pendidikan di masyarakat tanah abang sangat minimal sekali,bahkan banyak anak yang akhirnya tidak sekolah dengan alasan membantu mencari uang untuk keperluan orang tua.Karena tidak mendapatkanya pendidikan banyak anak yang justru menjadi kasar dalam bertingkah laku karena sudah tidak mendapat pendidikan di sekolah banyak anak juga tidak mendapat pendidikan di keluarga.
Setelah di telusuri lebih lanjut ternyata bagi anak yang perempuan pekerjaan membantu orang tua adalah dengan menjadi pekerja seks komersial.Tapi untungnya pendidikan anak di masyarakat Tanah Abang sedikit tertolong dengan berdirinya sebuah pesantren,yang berani membiayai penuh kebutuhan anak dalam bidang pendidikan sehingga tidak mengganggu orang tuaTujuan dari pesantren itu dalah meningkatkan pendidikan anak sehingga tidak turun temurun terjerumus dala kemiskinan.

Rendahnya pendidikan karena kemiskinan di masyarakat Tanah Abang sudah terjadi sangat lama bahkan kemiskinan itu terjadi turun temurun seperti mata rantai yang tidak bisa diputuskan.jadi bila keluarga dari awalnya sudah miskin maka keturunannya akan juga menjadi miskin.hal yang sangat dipengaruhi karena kemiskinan ini adalah pendidikan bagi anak-anak.Anak-anak di Tanah Abang bisa dibilang pendidikanya diabaikan oleh orang tuanya karena untuk makan saja sudah sangat pas.Pendidikan yang rendah di tanah abang mempengaruhi banyak hal yaitu: Rendahnya Variasi cita-cita pada anak-anak,tingginya tingkat Kriminalitas pada anak-anak,Rendahnya tingkat kecerdasan pada anak-anak,Tingkat pekerja seks komersial meningkat pada anak-anak,Rendahnya variasi pekerjaan,Rendahnya tingkat kecerdasan emosional anak.semua hal diatas merupakan akibat dari pendidikan anak yang kurang diperhatikan oleh orang tua.
Sebagian besar pekerjaan masyarakat tanah abang adalah Pedagang dan Pekerja Seks Komersial.Pedagang di masayarakat tanah abang juga hanya pedagang-pedagang kecil yang penghasilanya jauh mencukupi.Pekerja seks komersial di tanah abang sudah turun temurun sejak jaman Belanda,menjadi Pekerja seks komersial merupakan pekerjaan yang diturunkan dari orang tua ke anak jadi bila orang tuanya Pekerja seks komersial sudah bisa dipastikan anaknya menjadi Pekerja seks komersial juga bahkan penduduk sekitar kampung prostitusi itu kadang-kadang ada yang ikut menjadi pekerja seks komersial karena masalah kemiskinan.Hal yang sangat menyedihkan adalah anak-anak usia sekolah ada juga yang menjalani pekerjaan seperti itu.Untuk memutus mata rantai kemiskinan yang menyebabkan banyak hal dari bidang pendidikan munculah sebuah pesantren yang terletak juga di Tanah Abang tujuan pesantren ini adalah meningkatakna pendidikan anak-anak melalui agama dan memutuskan mata rantai pekerja seks komersial dengan pendidikan.diharapakan dengan pendidikan pesantren anak-anak yang tidak sekolah dapat ditampung dan disekolahkan.
Dengan pendidikan pesantren ini diharapkan rantai kemiskinan dapat diputuskan sehingga anak-anak mempunyai masa depan,tapi ini semua juga masih mempunyai maslah yaitu halangan dari orang tua sendiri yang kurang setuju dan beranggapan bahwa saat ini merupakan keadaan yang sudah baik.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Astagfirullah sampai seperti itu ya di Tanah Abang, salah satu potret kawasan yang ada di Ibukota...

Saya tidak sanggup menerawang kemiskinan di daerah daerah yang lebih terpencil, lalu bagaimana cara mereka dalam mengatasi hidup...

Owh para wargaku setanah air dan sebumi pertiwi, marilah kita lakukan perubahan, mari kita sisihkan untuk saudara kita yang membutuhkan...

Salam...

Anonim mengatakan...

sependapat dengan anda. rantai kemiskinan hanya dapat dipotong dengan pendidikan. hanya saja, peran pemerintah dan masyarakat sangatlah penting untuk menyelenggarakan pendidikan. semoga orang yamg miskin makin berkurang di negeri ini. Amin

katakataku mengatakan...

dengan penuh harap dalam hati semoga pemilu mendatang bisa menghasilkan pemimpin yang benar2 pro rakyat dan bisa mensejahterakannya.

semoga esok negriku bisa lebih baik lagi.

Posting Komentar